Membangun Pertahanan Keselamatan Korporat: Partisipasi Penuh RSCN Electric dalam Pelatihan Keselamatan Kebakaran
Pada tanggal 22 Mei 2025, RSCN listrik Menyelenggarakan kegiatan pelatihan keselamatan kebakaran yang sistematis dan multidimensi untuk seluruh staf dengan tema "pencegahan sebagai landasan utama, menggabungkan pencegahan dan penanggulangan". Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran staf tentang keselamatan kebakaran, mempopulerkan keterampilan penanganan keadaan darurat kebakaran, lebih memperkuat dasar produksi keselamatan perusahaan, dan menciptakan suasana budaya perusahaan "semua orang tahu keselamatan, semua orang tahu cara menanggapi keadaan darurat".
Aktivitas ini dibagi menjadi tiga tahapan inti: kuliah, latihan simulasi, dan sesi tanya jawab interaktif.
Kuliah:
Perusahaan mengundang seorang ahli keselamatan kebakaran sebagai pembicara utama, yang berfokus pada tiga bagian utama: "penyebab dan pencegahan kebakaran", "penggunaan peralatan pemadam kebakaran", dan "teknik evakuasi dan penyelamatan diri" untuk memulai penjelasan. Melalui studi kasus nyata, para ahli menganalisis bahaya kebakaran umum di lingkungan industri, seperti kelebihan beban peralatan listrik, pengelolaan bahan yang mudah terbakar yang tidak tepat, dan lain-lain, serta menekankan konsep "pencegahan lebih baik daripada penyelamatan".
Selain itu, para ahli juga mendemonstrasikan penggunaan alat pemadam kebakaran, hidran kebakaran, masker asap, dan peralatan lainnya untuk memastikan setiap karyawan menguasai keterampilan pengoperasian dasar.
Latihan Simulasi:
Setelah mengikuti kursus teori, seluruh karyawan berpartisipasi dalam latihan praktik secara berkelompok. Dalam skenario "kebakaran" simulasi, karyawan perlu dengan cepat menyelesaikan tugas-tugas seperti membunyikan alarm, evakuasi, pemadaman api awal, dan tugas lainnya.
- Latihan evakuasi: Setiap departemen dievakuasi ke area aman secara tertib sesuai dengan rute evakuasi yang telah ditentukan, dan seluruh proses dikendalikan dalam waktu 3 menit;
- Praktik pemadaman kebakaran: karyawan secara bergiliran menggunakan alat pemadam kebakaran bubuk kering untuk memadamkan kebakaran simulasi dan memperbaiki kesalahan operasional;
- Penyelamatan korban: pelajari cara menggunakan tandu untuk memindahkan korban cedera, dan kuasai keterampilan resusitasi jantung paru (CPR) dasar.
Sesi Tanya Jawab Interaktif:
Untuk memperkuat daya ingat, sesi tanya jawab terbuka pun diadakan. Karyawan secara aktif mengajukan pertanyaan yang mencakup isu-isu praktis seperti "cara memeriksa tanggal kedaluwarsa alat pemadam kebakaran" dan "tindakan pencegahan untuk menyelamatkan diri dari gedung tinggi", yang dijawab satu per satu oleh para ahli yang memberikan saran profesional.
Acara tersebut mencakup semua departemen RSCN, termasuk produksi, R&D, administrasi, dan manajemen, dengan tingkat partisipasi 100%. Sejumlah karyawan mengatakan bahwa isi pelatihan tersebut mendekati skenario kerja sebenarnya dan sangat praktis.
RSCN selalu menganggap keselamatan sebagai urat nadi pengembangan perusahaan. Pelatihan kebakaran ini bukan hanya bagian penting dari rencana keselamatan tahunan, tetapi juga mencerminkan perhatian perusahaan terhadap keselamatan jiwa, kesehatan, dan harta benda karyawan.
Ibu Chen, Manajer Umum perusahaan, menekankan dalam sambutan penutupnya: "Keselamatan adalah prasyarat untuk efisiensi, dan juga merupakan tanggung jawab dasar kepada karyawan dan masyarakat. Di masa mendatang, kami akan terus mempromosikan pembangunan budaya keselamatan dan menyelenggarakan latihan rutin untuk memastikan setiap karyawan dapat menjadi "penjaga" keselamatan perusahaan."
Melihat ke depanRSCN berencana untuk memasukkan pelatihan keselamatan kebakaran ke dalam kursus orientasi wajib bagi karyawan baru dan melakukan latihan khusus setiap triwulan. Pada saat yang sama, perusahaan juga akan meningkatkan fasilitas proteksi kebakaran pabrik, menambahkan sistem alarm asap cerdas dan rambu-rambu darurat, untuk lebih memperketat jaring pengaman.
Tanggung Jawab Perusahaan dalam Praktik
RSCN tidak hanya meningkatkan kemampuan tanggap daruratnya, tetapi juga membangun konsensus tim "utamakan keselamatan" melalui kegiatan keselamatan kebakaran yang diikuti oleh seluruh staf. Dalam perjalanan menuju produksi yang aman, RSCN Listrik yaitu menafsirkan tanggung jawab dengan tindakan dan menjaga masa depan dengan profesionalisme.













